Explore Bintan Tanjung Pinang Hari Pertama

by 9/23/2017 05:16:00 PM
Explore Bintan Bersama Keluarga Kedua
Pagi pertama saya di Bintan disambut dengan hujan yang sangat deras, saya sudah agak cemberut di kamar, pikir saya hari ini tidak akan bisa aktifitas kemana-mana. Tapi ternyata cuaca di pulau dengan di daerah pegunungan di Bogor memiliki kemiripan, yaitu sama-sama tidak bisa diprediksi dengan jelas, sebentar-sebentar hujan, tapi gak lama langsung cerah kembali. Bersyukur sekali hujan yang sangat deras di pagi itu berlangsung cukup cepat, dan tak lama kemudian cuaca kembali cerah bahkan cenderung panas terik.

Pukul 10 pagi setelah sarapan sotong goreng tepung yang fresh dan sedap. Saya diajak jalan-jalan oleh keluarga Riko, sahabat saya (yang sudah seperti keluarga sendiri). Kami akan pergi berwisata ke Bintan arah Lagoi. Beruntungnya kami, dalam kegiatan berwisata hari itu akan dipandu oleh sepupu nya Riko, Lina biasa saya sapa. Lina ini punya kegiatan usaha travel di wilayah kepulauan Riau, dan menurut saya kegiatan usaha nya patut diapresiasi karena sangat membantu menggeliatkan kegiatan pariwisata di wilayah Kepulauan Riau yang masih memiliki banyak potensi. Nama travelnya Traveller Bintan, yang menarik dari travel ini adalah kegiatan wisata nya berbasis masyarakat, jadi masyarakat di wilayah tersebut diajak berpartisipasi untuk menyambut dan melayani para wisatawan yang datang. Contohnya, kita bisa tinggal di rumah nelayan yang terapung atau makan seafood yang ditangkap dan dibuat langsung oleh masyarakat setempat. Sangat menarik bukan?.

Treasure Bay Bintan. Doc Pribadi.
Singkat cerita, perjalanan saya hari ini cukup jauh tapi mulus alias tidak macet, seperti yang sudah saya ceritakan pada artikel sebelumnya. Jalan raya di wilayah ini sangat dirawat dengan baik, tidak ada halangan berarti sepanjang perjalanan, tidak ada jalan berlubang, tidak ada kemacetan pula, bagi orang-orang yang tinggal di Pulau Jawa seperti saya, rasanya seperi “Surga” ketika berkendara dijalan tanpa kemacetan. Sekitar pukul 11 siang lewat, kami tiba di lokasi wisata Treasure Bay Bintan.

Kolam Biru Treasure Bay Bintan. Doc Pribadi.
Treasure Bay Bintan merupakan waterpark yang memiliki kolam outdoor yang sangat besar dan luas, bahkan tempat ini dinobatkan sebagai the biggest outdoor swimmimg pool in South East Asia (CMIIW). Saya begitu takjub dengan hamparan air kolam yang biru dan sangat luas, seperti pulau atau pantai alami yang sedap dipandang. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan disini, berenang, main voli pantai, berkeliling kolam dengan e-bike, kayak, ATV, wakeboarding dan masih banyak lagi. Buat yang doyan foto yang instagramable, lokasi ini sangat recommended karena spot nya yang kece abis. Sebagai persiapan berwisata ke Treasure Bay, jangan lupa membawa sunglass, topi dan sunblock karena cuaca nya sangat terik dan panas.

Landmark Lagoi Bay. Doc Pribadi.
Waktu berlalu terasa cepat, setelah puas bermain air, keliling dan foto-foto di Treasure Bay Bintan, kami bergegas menuju ke lokasi wisata selanjutnya. Kami berkendara menuju Pantai Lagoi, pantai ini lokasinya cukup dekat dari Treasure Bay Bintan. Pantai Lagoi sudah banyak dikenal oleh turis mancanegara karena di lokasi ini sering diadakan even skala Internasional bernama Bintan Triathlon. Meskipun banyak resort modern di sekitar area pantai namun kondisi pantainya sendiri masih alami dan sangat dijaga dengan baik, orang-orang yang berwisata sangat taat terhadap aturan, apalagi untuk urusan buang sampah, cukup disiplin. Yang kami lakukan di Pantai Lagoi adalah berfoto-foto setelah itu menikmati makan siang dibawah pohon kelapa beralaskan rumput, menu makannya dipersiapkan dari rumah sebelumnya, nikmatnya tiada tara makan dengan suasana seperti itu.


Puas bercengkrama di Pantai Lagoi kami pun beranjak pulang ke rumah, tapi sebelum pulang Lina mengajak kami semua untuk makan malam di rumah nelayan setempat yang sudah biasa Lina kunjungi dengan wisatawan yang dibawanya. Saya lupa nama daerahnya tapi masih satu jalur ke arah pulang, hanya belok sedikit masuk kedalam, tibalah kita dibibir laut dengan rumah-rumah nelayan yang berjejer rapi.

Siput Gonggong dan kawan-kawan. Doc Pribadi.
Gelap pun tiba, makanan sudah tersedia di meja, kami berkumpul di bangunan kayu berbentuk panggung yang dibawahnya bersentuhan langsung dengan air laut, sensasional!. Menu makanan yang dipesan malam itu jelas sekali seafood yang fresh, yang jadi headline saya adalah menu siput gonggong dan sotong goreng tepung dengan sambal ijo yang asam segar. Berkunjung ke Kepulauan Riau belum afdol rasa nya kalau belum mencicipi siput gonggong yang khas. Bila dipegang kenyal tapi agak kriuk ketika digigit, rasanya nikmat apalagi di cocol sambal ijo asam yang segar, kemudian setelah selesai makan menu minumannya perasan lemon hangat. Duh, rasa-rasanya saya jadi pengen kembali kesana dengan segera.

Perjalan di hari pertama buat saya pribadi sangat memuaskan, berhubung di Bogor yang saya lihat hanya pegunungan dan sawah jadi saya cukup antusias jika diajak berwisata ke daerah pantai atau pulau, yang pasti cuti panjang saya tidak gagal dan tidak sia-sia pada saat itu.

Pulau Bintan I'm in Love

by 6/13/2017 04:43:00 AM
In Frame : Riko Dwi Masetya. Loc Bintan, Kepri.
Kepulauan Riau merupakan destinasi wishlist saya dari semenjak SMA. Yang membuat saya sangat penasaran ingin berkunjung kesana karena mendengar kisah sahabat saya yang kampung halamannya disana, tepatnya di Pulau Bintan. Dari cerita sahabat saya, lokasi disana masih bagus, belum banyak tercemar polusi dan jarak antara rumah beliau ke pantai atau ke laut cukup dekat. Saya sebagai orang bogor yang setiap hari pemandangannya cuma gunung, sangat kegirangan mendengar cerita sahabat saya. Dengan mata berkaca-kaca saya berujar kepada beliau, "ko, please ajak gue kesana suatu saat!". Dan dia menjawab, "Pasti!, nanti gua sekalian ajak lu jalan ke singapore" (karena jarak ke singapura cukup dekat menggunakan kapal ferry)

Mesti nunggu sepuluh tahun buat bisa benar-benar berangkat ke Pulau Bintan. Karena kesempatan berkunjung kesana tiba di tahun 2017 ini, yaitu ketika si sahabat ada keperluan pulang ke Bintan untuk mengurusi persiapan pernikahannya di Bogor nanti. Kebetulan pula tahun 2017 ini saya sudah bisa ambil cuti yang cukup panjang dari kantor (nasib kontrak kerja).

Pada mulanya saya mengusulkan berangkat menuju Bintan menggunakan jalur laut via Pelabuhan Tanjung Priok, dan pulangnya menggunakan pesawat. Jujur saja, kedua moda transportasi tersebut benar-benar baru buat saya. Saya belum pernah naik pesawat sama sekali, apalagi kapal laut jarak jauh, hehehe... (norak ya!).

The day has come, 10 May 2017 akhirnya kami berangkat ke Bintan, bukan naik kapal laut seperti permintaan saya, melainkan naik pesawat, pertimbangannya jadwal kapal yang tidak sebanyak jadwal pesawat, dan waktu tempuh kapal jauh lebih lama dari pada menggunakan pesawat yang hanya memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Maskapai yang kami gunakan saat itu Sriwijaya Air, take off jam 18:00 dari CGK, Alhamdulillah tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang pukul 19.30 dengan selamat, meskipun landingnya kurang mulus (hard landing), itu menurut sahabat saya, soalnya setiap bulan beliau sering dinas ke luar kota/propinsi menggunakan pesawat, jadi sudah bisa membandingkan. Bahkan beliau bilang "ini landing paling parah selama gua naik pesawat, gila mantul dua kali!", saya cuma bisa senyum grogi menanggapinya.

Patung Relief Antam. Bintan Timur. Doc Pribadi.
Keluar bandara kami dijemput paman sahabat saya menuju ke rumah bibi nya untuk istirahat disana semalam, kalo tidak salah nama daerah nya Dompak. First impression saya menginjakan kaki di Pulau Bintan, suasananya masih terkesan sepi namun tentram, masih banyak lahan kosong disepanjang kanan kiri perjalanan saya menuju Dompak. Pikir saya wilayah daerah sini pasti rawan begal, ternyata saya salah, meski wilayahnya sepi namun cukup aman, contohnya motor pemilik rumah yang saya singgahi selalu disimpan diluar setiap hari setiap malam, tidak cuma beliau, tapi masyarakat sekitarnya pun sama. Kalo di Bogor sudah raib dalam semalam ini dah!, haha...

Salah Satu Sudut Kota Tj Pinang. Doc Pribadi.
Yang saya sukai dari Pulau Bintan adalah culture melayu nya yang masih sangat kental, masyarakatnya jujur & ramah, wilayah nya cukup bersih mulai dari pelosok hingga ke kota, lalu jalanan nya mulus banget, sepertinya akses jalan raya benar-benar diperhatikan oleh pemerintah disana, jarang sekali saya temui jalanan rusak, rata-rata mulus semulus pipi raisa, eh!?. Oh ia suatu hal yang sangat menarik lagi dan paling utama apalagi kalo bukan tempat wisata dan kulinernya yang sedap. Next artikel akan saya jelaskan kembali pengalaman saya berwisata disana. Semoga ada kesempatan berkunjung lagi kelak ke Kepulauan Riau karena ternyata masih banyak spot wisata yang belum saya kunjungi. See ya!.


Aksi Bela TIMNAS 312 & Kerinduan Supporter Yang Terobati.

by 12/05/2016 08:28:00 AM
Suasana Pakansari, 3/12/16. Doc Pribadi
Tanggal 3 Desember menjadi hari yang bersejarah bagi Kabupaten Bogor, mengapa demikian?, karena pada hari tersebut untuk pertama kalinya di Kabupaten Bogor diadakan pertandingan sepakbola Tim Nasional Indonesia melawan Tim Nasional Vietnam dalam rangkaian event Suzuki AFF Cup 2016. Pertandingan tersebut merupakan leg pertama Semifinal yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Suasana Malam Stadion Pakansari. Doc Pribadi
Stadion Gelora Bung Karno yang biasanya digunakan sebagai laga kandang sedang direnovasi dalam rangka persiapan menjelang Asian Games nanti di Jakarta. Maka dari itu pihak PSSI menunjuk Stadion Pakansari sebagai laga kandang semifinal leg pertama. Meski infrastruktur diluar stadion masih terdapat pembangunan namun di dalam Stadionnya sendiri sudah cukup baik dan rapih.

Lokasi stadion yang strategis sangat tepat dijadikan laga kandang TIMNAS karena animo masyarakat di daerah Jakarta & sekitarnya sangat tinggi. Tiket yang disediakan panitia habis terjual, stadion yang berkapasitas 30.000 penonton terisi penuh. Laga ini merupakan laga yang cukup emosional karena sudah lama dinanti masyarakat Indonesia.

Suasana Penonton Memadati Area Stadion. Doc Pribadi

Jalannya pertandingan babak pertama dibuka oleh gol Indonesia yang dilesakan pemain Barito Putra, Hansamu Yama Pranata. Beberapa menit berselang giliran pemain Vietnam yang menjebol gawang Kurnia Meiga lewat penalty yang kontroversial, score 1 - 1 hingga babak pertama usai.

Indonesia 2 - 1 Vietnam. Doc Pribadi
Tensi pertandingan cukup panas, terlihat dari beberapa pelanggaran yang memicu emosi para pemain kedua belah pihak. Beruntung bagi Indonesia, di menit 49, aksi cerdik Stefano Lilipaly dikotak penalty lawan dijegal bek Vietnam yang berbuah penalty. Boaz Salossa sebagai aljogo sukses merubah kedudukan, sekaligus mengunci kemenangan Indonesia dengan skor 2 - 1.

Animo supporter Indonesia sangat luar biasa dan "nggak ada matinya", saya sendiri yang menonton langsung ke Stadion Pakansari dibuat merinding dengan hebohnya para supporter apalagi ketika lagu Indonesia Raya berkumandang. Luar biasa!!.



Sejujurnya kalau saya lihat, dari segi permainan, TIMNAS kita sebenernya cukup mengkhawatirkan, saya pribadi sih agak bingung dengan taktik pelatih, banyaknya kesalahan passing apalagi oleh bek yang bikin penonton di Stadion deg-deg-an. Berbeda dengan Vietnam yang bermain taktis dan tenang. Tapi sebenarnya point penting dari pertandingan malam tadi adalah, rasa kangen supporter sepak bola tanah air yang terobati dengan kembalinya TIMNAS ke ajang internasional menyusul "banned" yang diterima sebelumnya dari FIFA. Nonton TIMNAS langsung di Stadion euforianya luar biasa dan bikin nagih. Dan perjuangan tanpa lelah skuad Garuda semakin tambah semangat para Supporter tanah air. Selamat berjuang di leg ke 2 Indonesia, mari bangkitkan gairah sepak bola Tanah Air.
Powered by Blogger.