Pulau Bintan I'm in Love

by 6/13/2017 04:43:00 AM
In Frame : Riko Dwi Masetya. Loc Bintan, Kepri.
Kepulauan Riau merupakan destinasi wishlist saya dari semenjak SMA. Yang membuat saya sangat penasaran ingin berkunjung kesana karena mendengar kisah sahabat saya yang kampung halamannya disana, tepatnya di Pulau Bintan. Dari cerita sahabat saya, lokasi disana masih bagus, belum banyak tercemar polusi dan jarak antara rumah beliau ke pantai atau ke laut cukup dekat. Saya sebagai orang bogor yang setiap hari pemandangannya cuma gunung, sangat kegirangan mendengar cerita sahabat saya. Dengan mata berkaca-kaca saya berujar kepada beliau, "ko, please ajak gue kesana suatu saat!". Dan dia menjawab, "Pasti!, nanti gua sekalian ajak lu jalan ke singapore" (karena jarak ke singapura cukup dekat menggunakan kapal ferry)

Mesti nunggu sepuluh tahun buat bisa benar-benar berangkat ke Pulau Bintan. Karena kesempatan berkunjung kesana tiba di tahun 2017 ini, yaitu ketika si sahabat ada keperluan pulang ke Bintan untuk mengurusi persiapan pernikahannya di Bogor nanti. Kebetulan pula tahun 2017 ini saya sudah bisa ambil cuti yang cukup panjang dari kantor (nasib kontrak kerja).

Pada mulanya saya mengusulkan berangkat menuju Bintan menggunakan jalur laut via Pelabuhan Tanjung Priok, dan pulangnya menggunakan pesawat. Jujur saja, kedua moda transportasi tersebut benar-benar baru buat saya. Saya belum pernah naik pesawat sama sekali, apalagi kapal laut jarak jauh, hehehe... (norak ya!).

The day has come, 10 May 2017 akhirnya kami berangkat ke Bintan, bukan naik kapal laut seperti permintaan saya, melainkan naik pesawat, pertimbangannya jadwal kapal yang tidak sebanyak jadwal pesawat, dan waktu tempuh kapal jauh lebih lama dari pada menggunakan pesawat yang hanya memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Maskapai yang kami gunakan saat itu Sriwijaya Air, take off jam 18:00 dari CGK, Alhamdulillah tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang pukul 19.30 dengan selamat, meskipun landingnya kurang mulus (hard landing), itu menurut sahabat saya, soalnya setiap bulan beliau sering dinas ke luar kota/propinsi menggunakan pesawat, jadi sudah bisa membandingkan. Bahkan beliau bilang "ini landing paling parah selama gua naik pesawat, gila mantul dua kali!", saya cuma bisa senyum grogi menanggapinya.

Patung Relief Antam. Bintan Timur. Doc Pribadi.
Keluar bandara kami dijemput paman sahabat saya menuju ke rumah bibi nya untuk istirahat disana semalam, kalo tidak salah nama daerah nya Dompak. First impression saya menginjakan kaki di Pulau Bintan, suasananya masih terkesan sepi namun tentram, masih banyak lahan kosong disepanjang kanan kiri perjalanan saya menuju Dompak. Pikir saya wilayah daerah sini pasti rawan begal, ternyata saya salah, meski wilayahnya sepi namun cukup aman, contohnya motor pemilik rumah yang saya singgahi selalu disimpan diluar setiap hari setiap malam, tidak cuma beliau, tapi masyarakat sekitarnya pun sama. Kalo di Bogor sudah raib dalam semalam ini dah!, haha...

Salah Satu Sudut Kota Tj Pinang. Doc Pribadi.
Yang saya sukai dari Pulau Bintan adalah culture melayu nya yang masih sangat kental, masyarakatnya jujur & ramah, wilayah nya cukup bersih mulai dari pelosok hingga ke kota, lalu jalanan nya mulus banget, sepertinya akses jalan raya benar-benar diperhatikan oleh pemerintah disana, jarang sekali saya temui jalanan rusak, rata-rata mulus semulus pipi raisa, eh!?. Oh ia suatu hal yang sangat menarik lagi dan paling utama apalagi kalo bukan tempat wisata dan kulinernya yang sedap. Next artikel akan saya jelaskan kembali pengalaman saya berwisata disana. Semoga ada kesempatan berkunjung lagi kelak ke Kepulauan Riau karena ternyata masih banyak spot wisata yang belum saya kunjungi. See ya!.


Aksi Bela TIMNAS 312 & Kerinduan Supporter Yang Terobati.

by 12/05/2016 08:28:00 AM
Suasana Pakansari, 3/12/16. Doc Pribadi
Tanggal 3 Desember menjadi hari yang bersejarah bagi Kabupaten Bogor, mengapa demikian?, karena pada hari tersebut untuk pertama kalinya di Kabupaten Bogor diadakan pertandingan sepakbola Tim Nasional Indonesia melawan Tim Nasional Vietnam dalam rangkaian event Suzuki AFF Cup 2016. Pertandingan tersebut merupakan leg pertama Semifinal yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Suasana Malam Stadion Pakansari. Doc Pribadi
Stadion Gelora Bung Karno yang biasanya digunakan sebagai laga kandang sedang direnovasi dalam rangka persiapan menjelang Asian Games nanti di Jakarta. Maka dari itu pihak PSSI menunjuk Stadion Pakansari sebagai laga kandang semifinal leg pertama. Meski infrastruktur diluar stadion masih terdapat pembangunan namun di dalam Stadionnya sendiri sudah cukup baik dan rapih.

Lokasi stadion yang strategis sangat tepat dijadikan laga kandang TIMNAS karena animo masyarakat di daerah Jakarta & sekitarnya sangat tinggi. Tiket yang disediakan panitia habis terjual, stadion yang berkapasitas 30.000 penonton terisi penuh. Laga ini merupakan laga yang cukup emosional karena sudah lama dinanti masyarakat Indonesia.

Suasana Penonton Memadati Area Stadion. Doc Pribadi

Jalannya pertandingan babak pertama dibuka oleh gol Indonesia yang dilesakan pemain Barito Putra, Hansamu Yama Pranata. Beberapa menit berselang giliran pemain Vietnam yang menjebol gawang Kurnia Meiga lewat penalty yang kontroversial, score 1 - 1 hingga babak pertama usai.

Indonesia 2 - 1 Vietnam. Doc Pribadi
Tensi pertandingan cukup panas, terlihat dari beberapa pelanggaran yang memicu emosi para pemain kedua belah pihak. Beruntung bagi Indonesia, di menit 49, aksi cerdik Stefano Lilipaly dikotak penalty lawan dijegal bek Vietnam yang berbuah penalty. Boaz Salossa sebagai aljogo sukses merubah kedudukan, sekaligus mengunci kemenangan Indonesia dengan skor 2 - 1.

Animo supporter Indonesia sangat luar biasa dan "nggak ada matinya", saya sendiri yang menonton langsung ke Stadion Pakansari dibuat merinding dengan hebohnya para supporter apalagi ketika lagu Indonesia Raya berkumandang. Luar biasa!!.



Sejujurnya kalau saya lihat, dari segi permainan, TIMNAS kita sebenernya cukup mengkhawatirkan, saya pribadi sih agak bingung dengan taktik pelatih, banyaknya kesalahan passing apalagi oleh bek yang bikin penonton di Stadion deg-deg-an. Berbeda dengan Vietnam yang bermain taktis dan tenang. Tapi sebenarnya point penting dari pertandingan malam tadi adalah, rasa kangen supporter sepak bola tanah air yang terobati dengan kembalinya TIMNAS ke ajang internasional menyusul "banned" yang diterima sebelumnya dari FIFA. Nonton TIMNAS langsung di Stadion euforianya luar biasa dan bikin nagih. Dan perjuangan tanpa lelah skuad Garuda semakin tambah semangat para Supporter tanah air. Selamat berjuang di leg ke 2 Indonesia, mari bangkitkan gairah sepak bola Tanah Air.

Curug Cikondang Dan Keindahan Kolam Biru Yang Tersembunyi

by 11/22/2016 10:03:00 PM
Curug Cikondang. Doc Pribadi
Bagi rekan-rekan yang membaca artikel blog saya belakangan ini, bisa jadi anda terheran-heran, mengapa dua artikel saya sebelumnya membahas mengenai air terjun. Bukan tanpa sebab saya menulis demikian, soalnya saya sedang memiliki project pribadi, yakni mengexplore kawasan wisata yang berada di daerah Bogor. Kebetulan yang ingin saya eksplorasi pertama adalah Kawasan Wisata Gunung Salak Endah yang memiliki banyak air terjun yang tidak akan ada habisnya untuk dijelajahi.

Curug yang saya kunjungi kali ini adalah Curug Cikondang atau Curug Ngumpet 2. Curug tersebut masih disatu kawasan wisata yang sama dengan Curug Cigamea. Curug ini merupakan salah satu curug favorit yang sering saya datangi. Mengapa demikian?, berikut kelebihannya :
  1. Curug Cikondang infrastruktur jalannya sudah sangat baik dan track nya lebih landai bila dibanding dengan beberapa curug yang lain. Jadi, saya rasa cukup aman untuk membawa keluarga ke lokasi ini.
  2. Aliran sungai sangat jernih dan bersih, sangat sedap dipandang dan menimbulkan gairah untuk nyebur ke air yang jernih tersebut.
  3. Curug ini memiliki kolam yang cukup luas, selain itu hanya terdapat sedikit batuan besar yang berada pada kolamnya, jadi untuk anak-anak, bisa bermain air dengan lapang.
  4. Terdapat gazebo yang langsung mengarah ke curug dan sangat bermanfaat bagi anda yang tidak bermain air namun masih ingin memandangi keindahan air terjun dengan posisi nyaman.
  5. Fasilitas toilet, kamar ganti, musholla dan warung sudah tersedia dilokasi ini.
Water Trekking Green Canyon. Doc Pribadi
Dibagian lain curug ini masih ada loh tempat yang menarik untuk dieksplorasi, lokasi tersebut menjadi lokasi favorit saya pula, lokasinya cukup tersembunyi dan saya rasa belum lama dibuka tracknya. Di dalam lokasi Curug Cikondang, nanti anda akan melihat loket, posisinya disebelah kanan dan terdapat jalan naik ke atas bukit. Jalan tersebut merupakan jalur ke Curug Pangeran, tapi saya tidak akan mengunjungi Curug Pangerannya, yang akan saya kunjungi adalah Balong Endah yang lokasinya sebelum curug pangeran.

Untuk menjelajah ke lokasi yang saya sebutkan tadi, anda harus bayar karcis lagi Rp.7.500/orang, menyebalkan memang mesti bayar lagi, tapi sesekali perlu dicoba juga soalnya di lokasi yang diatas nanti lebih menarik dan menantang. Tantangan pertama ialah menyusuri tangga ke atas yang saya perkirakan jumlahnya sekitar 100-an anak tangga. Setelah itu kita akan menyusuri jalan setapak yang kanan kirinya masih rimbun pepohonan. 20 meter ke depan ada papan petunjuk "water trekking" green canyon, jika anda ingin merasakan sensasi water trekking silahkan ikuti arah jalan sesuai papan petunjuk tapi jika tidak, anda bisa berjalan lurus lagi menuju kolam air jernih berwarna hijau tosca yang masyarakat setempat namai Balong Endah.

Selfie Di Depan Balong Endah. Doc Pribadi
Balong Endah merupakan kolam alami yang terbentuk dari aliran sungai yang mengairi Curug Pangeran hingga ke Curug Cikondang yang berada dibawahnya. Kolam ini menjadi tempat favorit saya untuk berenang, karena airnya yang sangat jernih dan alirannya tenang. Lokasinya yang berada dibawah jembatan dan diapit dua tebing sangat cocok pula untuk dijadikan objek foto.

A video posted by Indra Gumilar (@ir2brothers) on

Sedikit tips dari saya buat anda yang ingin berwisata air terjun dan bermain air. Datanglah pada saat musim kemarau karena debit air di musim kemarau cenderung lebih tenang dan aman untuk dipakai berenang. Namun di Pegunungan kadang cuaca tidak bisa diprediksi, bisa jadi hujan secara tiba-tiba, biasanya siang menjelang sore, maka dari itu alangkah baiknya datang sekitar pukul 9 - 10 pagi.



Powered by Blogger.