Teka - Teki Ulah Malaysia

Akhir - akhir ini santer terdengar di berbagai media cetak dan elektronik kata "Malaysia...Malaysia dan Malaysia", bukan hal yang positif yang menyertai kata tersebut akan tetapi mengenai peng-klaiman yang berulang - ulang yang dilakukan, bahkan yang terbaru, Lagu Kebangsaan Negara Republik Indonesia, Indonesia Raya, dilecehkan dalam sebuah forum terbuka dalam situs topix.com (Malaysia), hal tersebut dicurigai dilakukan oleh orang Malaysia meski hingga saat ini masih diselidiki oleh pihak berwenang.

Malaysia seperti sengaja memancing emosi rakyat Indonesia karena malaysia merasa kuat dalam bidang militer, Malaysia memiliki sistem aliansi pertahanan yg bernama FPDA (Five Power Defense Agreement), anggota – anggota aliansi tersebut antara lain Inggris, Australia, Singapura dan Selandia Baru. Salah satu kesepakatan negara-negara FPDA adalah klausul bahwa serangan terhadap salah satu Negara anggota merupakan serangan pula terhadap negara anggota lainnya. Apabila suatu ketika terjadi perang maka Malaysia tinggal meminta klausul itu diaktifkan, bila disepakati Indonesia akan menghadapi Negara anggota FPDA tersebut antara lain Inggris, Australia, Singapura, dan Selandia Baru yang notabene kekuatan tempurnya jauh lebih kuat dan canggih dari Indonesia. Kemungkinan lain yakni apabila dalam konfrontasi tersebut Inggris melakukan hal yang sama dengan Malaysia yakni meminta artikel lima NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) diaktifkan, maka kemungkinan besar Indonesia akan berhadapan pula dengan Negara anggota NATO karena artikel lima NATO serupa dengan klausul aliansi FPDA. Namun klausul FPDA tidak akan dijalankan apabila Malaysia menjadi Aggressor (memulai/menyatakan perang terlebih dahulu) bukan defender, sejauh ini Indonesia masih menjadi defender, akan tetapi melihat dari apa yang dilakukan oleh Malaysia terhadap bangsa kita, mulai dari masalah TKI, peng-klaim-an budaya hingga peng-klaim-an pulau terluar di Indonesia bukan tidak mungkin Indonesia menjadi aggressor karena dengan begitu rakyat Indonesia terpancing amarah-nya dan mendesak perang kepada pemerintah. Kita pasti tahu kejadian ketika tingkah laku Angkatan Laut diraja Malaysia yang dengan beraninya memasuki daerah perairan ambalat, bisa jadi itu merupakan konfrontasi emosi dan moral bagi rakyat Indonesia agar merespon dengan keras dan memulai perang sehingga hal yang dijelaskan diatas dapat terjadi. Walaupun tindakan malaysia tersebut mungkin banyak di nilai oleh rakyat Malaysia sebagai tindakan yang heroik dan di banggakan (seperti yang terlihat di forum situs - situs malaysia),namun sesungguhnya pengecut dimata kita karena Malaysia merasa kuat karena ada negara - negara lain yang berada dibelakang mereka.

Bangsa Indonesia harus bersabar namun  bukan berarti menjadi pengecut karena seorang jendral yang luar biasa hebatnya pun punya strategi dalam menghadapi sebuah peperangan baik sebelum dan sesudahnya. Tentunya kita sebagai rakyat yang cinta tanah air pasti akan membela bangsa nya sendiri, dengan semangat Nasionalisme bahkan dengan tumpah darah seperti para pejuang yang membela kemerdekaan Indonesia.

Masih terlalu dini bagi kita apabila memang jalan perang menjadi penyelesaian utama, banyak yang harus diteliti apakah ada campur tangan/kepentingan  asing yang mencoba memperkeruh hubungan Indonesia – Malaysia. Disamping serumpun, Indonesian dan Malaysia mempunyai peran penting dalam per-ekonomian global saat ini, Negara Adi daya seperti Amerika pun takluk dan mengakui. Banyak wacana yang mengatakan bahwa apabila Indonesia dan Malaysia “bersatu” maka kedua Negara tersebut akan sangat kuat pengaruhnya di dunia. Sangat disayangkan apabila kedua Negara tersebut (Indonesia – Malaysia) saling berselisih. Sekali lagi kita harus bersabar dan menanti perkembangan selanjutnya dari apa yang terjadi selama ini, kita harus melihat kinerja pemerintah dalam menangani masalah Indonesia – Malaysia, mudah – mudahan jalan perdamaian menjadi akhir dari masalah – masalah ini, amin.

2 comments:

  1. Huhuhu, setidaknya pemerintah Indonesia harus lebih keras terhadap Malaysia, biar gak diinjek2 mulu....
    Bukan hanya soal budaya doank yang dipermasalahin, tapi masalah pulau / batas wilayah N TKI...
    Aduh, gak ada habis2'x kalo ngmongin tu negara Plagiat :D

    ReplyDelete
  2. Emang sih pemerintah seharusnya tegas,,,tapi kita kudu hati2 juga, Malaysia negara yang licik penuh intrik.....mereka bisa cari celah kelemahan bangsa Indonesia...tapi kenapa yah kita tdk coba dengan mengancam atau bahkan langsung memutuskan hubungan diplomasi sm malaysia,gertakan awal gt,hehehe....sulit sih kalo kita yg bicara,harus pemerintah yg menyadarinya scr lgsg...

    I Love Indonesia lah pokonya ^o^b

    ReplyDelete

|Mohon Diperhatikan Rulenya|

Dimohon agar tidak menyertakan link pada isian komentar yang rekan sekalian tulis, karena akan dianggap spam & dengan berat hati saya hapus. Sudah disediakan pilihan identitas name/url untuk menuju ke blog anda, mohon gunakan sebaik mungkin :)

Powered by Blogger.