Penelusuran Yang Tak Disengaja Sekaligus Cobaan Di bulan Puasa

Jadi ceritanya pagi kemarin (02/09),saya pergi ke kampus E, Kelapa Dua, Depok (Gunadarma-red), walaupun masih libur, tapi niat saya pergi ke kampus sebenarnya ingin ke hotspot yang ada di kampus tersebut, pengennya sih donlot film one piece yang saya sukai, sembari ngabuburit gitu.

Letak rumah saya bisa dibilang jauh dari kampus secara gitu kampus saya di Depok, rumah di Bogor,Kabupaten Bogor tepatnya,jauh kan,hihihi…..kira – kira jarak tempuhnya sekitar dua jam, itu pun kalau belum ditambah “plusPLUSnya”,plus macet,plus ngetem angkotnya, plus ngaret jadwal keretanya.
So, pagi itu saya berangkat dengan kendaraan umum, emang sudah biasanya sih,he…jadi untuk keberangkatan saja saya harus naik angkot sebanyak tiga kali dan naik kereta satu kali untuk sampai ke tujuan, perinciannya sbb :
  1. Keluar dari rumah, naik angkot 05 jurusan terminal bubulak/laladon.
  2. Tiba di terminal, naik angkot lagi menuju Stasiun Bogor, saya naik angkot jurusan sukasari no.02.
  3. Tiba di Stasiun, naik kereta jurusan depok (Stasiun UI).
  4. Belum sampai juga?!,yup…setelah tiba di stasiun Universitas Indonesia naik angkot lagi, angkot D11/112 jurusan PAL/Kp.Rambutan, nanti tiba deh di kampus Gunadarma kelapa dua, bagi yang baru pertama kali cukup teriakin si abang supirnya,”bang…bang…kampus Gunadarma ya”, n Insya Allah kalo si abangnya gak pikun n “oon”,anda akan tiba di tujuan,hihi…^o^v
Phewwww ternyata panjang sekali perjalannya, tapi begitulah keseharian saya kalo udah sibuk kuliah.

Nah itu tadi kan perincian perjalanan yang saya lakukan kemarin. Di setiap tahapan2 perjalanan menuju kampus itu banyak kejadian yang entah kebetulan atau gimana tapi kejadiannya sejenis gitu deh, dari pagi selama perjalanan menuju kampus saya lihat banyak yang gak puasa, sejauh mata saya memandang,he….


Saya bergegas naik angkot 05 menuju terminal bubulak (bogor), awalnya perjalanan biasa saja, tapi setelah beberapa belas menit angkot berjalan, tadaaaa si supir angkot tanpa malu - malu minum air yang berwarna cokelat bening sejenis air teh yang dibungkus plastik, glek…glek…tanpa rasa malu tu supir meneguk air yang dimaksud teh tadi sampai habis, penumpang yang dibelakang termasuk saya hanya bisa bengong dan kaget, dalam hati : “koq bisa yah ni sopir dengan tenangnya minum disekitar orang – orang yang lg puasa,ckckck…”, itu baru satu orang, masih ada lagi.

Masih di angkot 05, ketika angkot yang saya tumpangi melewati sebuah SD di daerah Cikampak (bogor), jreeeeng tampak anak – anak SD yang berjejer akan menyebrangi jalan menenteng jajanan ditangannya, fuihhhhh perut saya mendadak bunyi melihatnya. Sebal bgt sih, tapi anak – anak SD yang masih dibilang polos itu tidak bisa disalahkan sepenuhnya, justru perhatian harus ditujukan kepada para penjual jajanan tersebut, hari gini masih jual jajanan di pagi hari,huh….kalo misalkan saya nanya ke salah satu pedagang, menurut saya alasan klasik yang pasti keluar,”wong saya cuma cari uang dek, untuk makan sehari2” atau “wong saya orang gak mampu dek, apa salahnya usaha”,memang alasan itu masuk akal tapi seperti kata orang tua jadul (jaman dahulu-red), kalo usaha ditempat dan waktu yang salah, hasilnya gak berkah loh, tuh kan!.


Tiba di terminal saya bergegas menaiki angkot 02 jurusan sukasari menuju Stasiun Bogor. Di dalam angkot tersebut saya duduk di dekat pintu. Di seberang bangku yang saya duduki tepatnya dibelakang tempat duduk sopir, tampak seorang wanita dengan anaknya yang tertidur yang masih balita dipangkuannya.

Angkot yang saya tumpangi pagi itu tidak langsung berangkat, biasanya supir angkot akan memberangkatkan kendaraannya ketika penumpang di dalam angkot sudah penuh.

Asap mengepul di luar angkot, dan ternyata sekelompok calo angkot sedang merokok sambil jongkok disamping angkot yang saya tumpangi,hmmmmm…lagi – lagi gak puasa,keluh saya dalam hati. Kurang lebih sekitar 10 menit kemudian angkot akhirnya berangkat juga, tentunya dengan tempat duduk yang penuh oleh penumpang.

Di tengah perjalanan, tiba – tiba bayi dari seorang wanita yang diseberang tempat duduk saya tadi menangis, naluri ke-Ibu-an wanita tersebut langsung keluar, si Ibu muda tersebut langsung menyusui anaknya yang masih balita tersebut, wah si ade bayi gak puasa juga deh,hihihihi…..hmmmm gak etis kalo anak Bayi tersebut jadi sorotan, lantas apa yang menjadi masalah?,oke akan saya jelaskan. Yang jadi masalah buat saya yaitu posisi si ibu yang menyusui tidak membelakangi para penumpang atau bahasa kasarnya, si ibu tanpa malu menyusui anaknya walapun di dalem angkot banyak para pria yang mencuri – curi pandang kearah si Ibu muda tersebut. Padahal ada banyak ruang yang cukup untuk membelakangi para penumpang tapi yah sudahlah semua sudah terjadi. Kalo saya tidak inget puasa, saya pandangin terus deh itu “anak” si ibu,hihihi….kidding’ ^o^v


Ini dia yang paling menggoda, sejak turun dari angkot 02, bau – bau makanan langsung tercium dimana – mana, baru sekitar lima meter saya berjalan menuju sebuah lorong panjang yang disampingnya terdapat tempat penitipan motor dan lorong tersebut menghubungkan ke loket Stasiun Kereta Bogor, saya disambut dengan tukang gorengan yang sedang berjualan di samping pintu masuk lorong tersebut, terus berjalan semakin jadi saja bau masakan yang tercium, ya jelaslah wong disepanjang lorong tersebut banyak lapak yang menjual makanan berat, semacam warteg kecil. Kadang terdengar suara percikan minyak yang sedang menggoreng,hmmmm…yang lebih parah, di salah satu lapak banyak sekali orang yang sedang menyantap makanan, tampak jelas sekali saya melihatnya walapun dari kejauhan, karena lapak tersebut hanya ditutupi sehelai karung plastik putih yang dipotong menjadi satu bagian.


Tiba dikampus tepatnya di tempat hotspot masih saja ada yang tidak puasa, terlihat beberapa orang pria yang menenteng minuman air mineral sambil sekali – sekali meneguk minuman itu. Hmmm fikir saya saat itu mungkin orang – orang itu bukan muslim, tapi dalam hati tetap saja saya mengeluh. Pada sekitar pukul 03.00 sore terjadilah gempa, semua orang yang berada di dalam gedung berhamburan berlari keluar gedung. Ada satu hal yang sangat menarik pada saat itu, bahkan lucu menurut saya. Pada saat kejadian gempa tersebut tas – tas yang berada di tempat duduk, ada yang berjatuhan, mungkin karena efek kerasnya gempa. Dari salah satu tas yang jatuh tersebut berceceranlah makanan dari dalam tas, ada aqua yang tinggal setengah lagi, ada roti yang kemasannya sudah dibuka dan wafer ,hmmmmm….tas siapakah ini,saya kira ini tas milik seorang wanita yang sedang tidak puasa (kebetulan ada beberapa orang wanita ditempat itu), eh tapi tiba – tiba ada seorang pria berkacamata yang berlari lumayan kencang dari arah luar area hotspot, dengan sigap dia bereskan semua makanan yang berceceran itu, mungkin karena malu jadi pada saat itu tampang orang tersebut sangat tidak ramah. Dilihat dari penampilan seperti nya orang itu muslim yang taat, yah semua orang juga tertawa dan tak menduga karena di jam waktu sholat dzuhur saja orang itu beranjak dari tempat hotspot dan menuju masjid,hmmmm…mungkin di masjid itu juga orang tersebut melakukan aksi makan dan minum,hihihihi….Astagfirullah saya tarik lagi ucapan yang tadi supaya gak jadi fitnah ^o^V

Sepulangnya dari kampus, pada saat diperjalanan saya berfikir koq hari ini banyak sekali yang tidak puasa, itu semua jadi cobaan juga buat saya karena begitu bertubi – tubinya kejadian yang hampir sama terjadi. Atas dasar itu pula saya menulis hal ini di blog saya, siapa tahu teman – teman memiliki kisah yang sama dengan saya.

Kesimpulannya, saya ambil hikmahnya saja dari kejadian seharian kemarin, mungkin Allah sedang menguji Iman saya di bulan puasa ini, atau orang – orang yang tidak puasa tadi sedang dalam keadaan tidak diperbolehkan puasa, namun sudah sepatutnya kita doakan pula supaya cepat sadar apabila ada yang dengan sengaja tidak berniat untuk puasa, kita doakan supaya orang – orang tersebut senantiasa di lindungi Allah SWT, amin!.

5 comments:

  1. Owh...ngerasain gempa yah..??
    Duh, untung gak pa2...
    Wah, pasti malu banget tu orang, xiixixix....
    Tapi emang bener, harus siap lahir batin kalo puasa, siap ama segala cobaan :)

    ReplyDelete
  2. @Zippy : yup kerasa bgt kencangnya....hehehe...semenjk kejadian itu gw g pnh liat org itu nongol2 lg,hehehe...

    ReplyDelete

|Mohon Diperhatikan Rulenya|

Dimohon agar tidak menyertakan link pada isian komentar yang rekan sekalian tulis, karena akan dianggap spam & dengan berat hati saya hapus. Sudah disediakan pilihan identitas name/url untuk menuju ke blog anda, mohon gunakan sebaik mungkin :)

Powered by Blogger.