Hukuman Potong Tangan Bagi Koruptor

Ketika saya kecil dan memahami apa yang ditayangkan berita Televisi, salah satu kalimat yang pernah terdengar adalah "korupsi", ya korupsi yang terjadi di Pemerintahan, jika tidak salah korupsi tentang Bulog yang entah saya lupa tahunnya.

Sampai saat ini kosakata tersebut masih saja menjadi yang paling populer di headline berita - berita Nasional. Hal tersebut semakin menyadarkan saya bahwa di Negara kita tercinta ini, korupsi sudah menjadi budaya yang selalu ada disetiap generasi. Dari artikel & film tentang sejarah Indonesia yang pernah saya baca dan saksikan, ternyata sejak rezim Soekarno, korupsi sudah marak terjadi. Saya sangat penasaran apa yang melatar belakangi maraknya korupsi di rezim Orde Lama, padahal masa - masa dulu kan seharusnya Pemerintah saling gotong royong membangun Indonesia yang sedang berjuang melepaskan belenggu penjajahan. Hmmm... tapi semua sudah terjadi, sangat disayangkan sekali dibalik kerasnya perjuangan dan pengorbanan para Pahlawan yang membela Indonesia pada saat itu, ternyata bibit - bibit koruptor sudah bermunculan. Mad.

Apakah anda muak dengan korupsi?, kalo saya sangat muak, apalagi kalo menyangkut uang rakyat, jika tidak melanggar hukum, ingin rasanya menginjak - injak muka koruptor.Grrr. Sudah tepatkah tindakan preventif pemerintah saat ini dalam pemberantasan korupsi?, KPK bekerja sangat baik, banyak koruptor yang ditindak tapi mengapa para koruptor tidak ada habisnya?, seolah - olah ber-reinkarnasi setiap saat. Mungkin penyebabnya karena hukuman bagi koruptor di Indonesia yang tidak memberikan efek jera. Bagaimana tidak, korupsi milyaran rupiah tapi hanya dihukum 1 - 2 tahun penjara, berbanding terbalik dengan pencuri ayam di kampung - kampung yang bahkan harus kehilangan nyawa karena dihajar massa.

Untuk membuat efek jera koruptor, saya berpendapat mengapa pemerintah Indonesia tidak menganut hukum Islam saja dalam penangan korupsi yang sulit diberantas. Bertindak korupsi berarti mengambil yang bukan haknya atau dalam bahasa kasarnya "maling". Di Arab Saudi orang yang melakukan perbuatan pencurian mendapatkan hukuman potong tangan dengan disaksikan oleh masyarakat, apakah hukum seperti itu bisa dilakukan di Indonesia, siapa yang tidak takut tangannya dipotong, saya pun ngeri.

4 comments:

  1. memang sepertinya itu yang bisa membuat efek jera.. tapi memang harus pelan2 menerapkannya.. karena perubahan itu tidak mudah adanya.. :)

    ReplyDelete
  2. yup, i see, perubahan dimulai dr yg kecil, harus perlahan...

    ReplyDelete
  3. setuju...Biar kapok tuh para koruptor..
    Koruptor bilang : wah itu melanggar HAM.......
    trims mau bergabung...mana benerku ya...

    ReplyDelete
  4. keren artikelnya
    menarik dan bermanfaat
    terima kasih banyak

    ReplyDelete

|Mohon Diperhatikan Rulenya|

Dimohon agar tidak menyertakan link pada isian komentar yang rekan sekalian tulis, karena akan dianggap spam & dengan berat hati saya hapus. Sudah disediakan pilihan identitas name/url untuk menuju ke blog anda, mohon gunakan sebaik mungkin :)

Powered by Blogger.